Sabtu, 09 April 2011

Contoh Pola Kemeja Pria


Bahan YANG DIBUTUHKAN:
* 2,5 meter kain selebar
*1,15 meter.
* 9 buah kancing kemeja.
* Viselin tebal untuk man-
set dan kerah.

Cara Membuat:
1. Buat tempat kancing bagian muka kiri dan kanan.
2. Satukan bahu muka dan belakang
3. Satukan sisi muka dan belakang, begitu juga sisi lengan.
4. Buat belahan manset pada lengan kemudian buat ploi pada tanda #.
5. Jahit manset dan pasang pada ujung lengan.
6. Pasang lengan pada kerungnya.
7. Jahit kerah dan pasang pada kerungnya.
8. Buat lubang kancing dan pasang kancingnya.
9. Som bagian bawah kemeja.

Pedoman Memotong:
$ Perbesar pola sesuai dengan ukuran sebenarnya.
$ Potong kain sesuai pola.
$ Letakkan pola bagian belakang dan kerah pada lipatan kain.
$ Lebihkan 5 cm pola bagian kanan dan 12 cm bagian kiri muka blus untuk
   tempat kancing.
$ Lebihkan 2 cm untuk semua kampuh, kecuali 3 cm untuk bagian bawah.
$ Potong kain keras untuk manset dan kerah.
$ Potong kain serong untuk belahan manset.
 Lengan 2 X
Bagian muka 2 X
Bagian belakang 2 X 
Belahan manset
Kerah bawah 4 X
Manset 4 X
Kerah atas

Pola:Anna
Ukuran:Medium
Kotak:4 x 4
Skala:1/8

UKURAN STANDAR NASIONAL DEWASA

S
M
L
Lingkar Badan
88
92
98
Lingkar Pinggang
66
70
74
Lingkar Pinggul
94
98
104

Sumber:




Menggambar Pola Busana Dengan Teknik Konstruksi Di Atas Kain

Menggambar pola dengan teknik konstruksi di atas kain berarti menggambar pola tidak menggunakan pola yang digambar di atas kertas, tetapi pola digambar langsung di atas kain yang merupakan bahan dasar dari pakaian yang akan dibuat pakaian. Pola digambar sesuai dengan desain yang telah ditentukan, dan berpedoman pada ukuran model/ukuran sipemakai. Langkah kerja yang dilakukan hampir sama dengan menggambar pola di atas kertas, tetapi pola yang digambar langsung mengikuti desain dan tidak berdasarkan pola dasar. Dengan demikian, desainnya jangan yang rumit, tetapi desain yang sederhana.
Untuk desain yang rumit sebaiknya menggambar pola berdasarkan pola dasar.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk menggambar pola di atas kain adalah :
1) desain pakaian;
2) ukuran sipemakai;
3) bahan pakaian

sesuai dengan desain;
4) centimeter;
5) rol pola;
6) kapur jahit (sebaiknya yang berbentuk pensil);
7) jarum pentul;
8) gunting kain.
Sebelum menggambar pola, tentu telah memiliki desain pakaian dan ukuran sipemakai, karena menggambar pola di atas kain akan berpedoman kepada kedua hal tersebut. Menggambar pola busana dengan teknik konstruksi langsung di atas kain, sebaiknya dilakukan untuk desain pakaian yang sederhana, baik untuk wanita, pria maupun untuk anak-anak.
Untuk desain pakaian yang sulit atau rumit sebaiknya dikonstruksi berdasarkan pola dasar, baik pola dasar badan, rok dan lengan.
Disarankan juga untuk desain yang sulit sebaiknya diuji cobakan terlebih dahulu. Menguji cobakan pola dapat dibuat dalam ukuran kecil (fragmen) terlebih dahulu. Membuat fragmen berarti kita membuat pakaian dengan ukuran yang lebih kecil. Fragmen yang dibuat sebaiknya dari bahan yang sama dengan bahan pakaian yang sebenarnya. Jika harga bahan pakaian terlalu mahal, untuk bahan fragmen dapat diganti dengan bahan yang memiliki sifat yang sama atau mendekati dengan sifat bahan utama.
Tujuan membuat fragmen adalah untuk melihat apakah desainnya sudah sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Garis-garis polanya sudah sesuai dengan desain pakaian, kupnya sudah tepat atau belum.
Untuk lebih jelasnya berikut ini dapat dilihat bagaimana cara menggambar pola dengan teknik konstruksi di atas kain, untuk wanita, pria dan anak-anak :
1. Menggambar pola busana dengan teknik konstruksi di atas kain untuk wanita dewasa.
Desainnya terdiri dari blus dan celana panjang. Blus memiliki belahan didepan, memiliki rumah kancing dan kancing sebanyak enam buah. Lengan licin/lengan suai, panjang lengan sampai batas pergelangan dan pada ujung lengan ada belahan dan dihiasi dengan tiga buah kancing. Pada badan bagian muka memiliki garis princes dengan bentuk simetris, yang dimulai dari pertengahan garis lingkar kerung lengan menuju puncak dada terus ke garis kupnat sampai panjang blus. Pada badan bagian belakang memiliki dua buah kup.
Kerah setengah berdiri. Panjang blus lebih kurang tiga puluh cm dibawah garis pinggang.
Celana panjang sampai mata kaki, pada tengah muka ada ritsluiting atau tutup tarik sepanjang lebih kurang 17 cm yang diselesaikan dengan menggunakan gulbi. Pakai kantong sisi dengan model simetris. Pinggang diselesaikan dengan menggunakan ban selebar 4 cm.
Desain
a. Cara mengambil ukuran
Ukuran dan cara mengambil ukuran yang diperlukan untuk menggambar pola konstruksi di atas kain, sesuai dengan model di atas adalah sebagai berikut :
1) Lingkar Leher, diukur sekeliling leher terbesar.
2) Lingkar Badan, diukur sekeliling badan terbesar dengan posisi cm tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar dan ditambah 6 cm.
3) Lebar Muka, diukur enam atau tujuh cm dari lekuk leher kebawah, kemudian diukur datar dari batas lingkar kerung lengan kiri sampai batas lingkar kerung lengan kanan
4) Lingkar Pinggang, diukur pas sekeliling pinggang ditambah 6 cm
5) Tinggi Dada, diukur dari pinggang dibawah payu dara, keatas menuju puncak dada, dikurangi 4 cm.
6) Lebar Dada, diukur jarak antara payudara kiri dan kanan (untuk menentukan garis princes)
7) Panjang Punggung, diukur dari tulang belakang lurus sampai batas pinggang
8) Lebar Punggung, diukur 9 cm dari tulang leher belakang, pada garis tersebut diukur mendatar dari batas lingkar kerung lengan kiri sampai batas lingkar kerung lengan kanan.
9) Panjang Bahu, diukur dari bahu tertinggi/batas lingkar leher sampai ujung bahu/ batas bahu terendah ditambah 1 cm
10) Panjang Lengan, diukur dari bahu terendah sampai pergelangan tangan
11) Lingkar ujung lengan, diukur sekeliling ujung lengan
12) Tinggi duduk, diukur dari pinggang sampai batas panggul terbesar pada bagian belakang (dalam posisi duduk)
13) Lingkar Panggul, diukur melingkar pada pinggul yang paling tebal secara horizontal ditambah 4 cm.
14) Panjang celana, diukur dari pinggang sampai batas mata kaki (sesuai dengan model)
15) Lingkar ujung kaki, Diukur sekeliling ujung kaki celana sesuai dengan ukuran yang diinginkan
16) Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar Ukuran blus
1) Lingkar leher : 38 cm
2) Lingkar badan : 90 cm
3) Panjang muka : 33 cm
4) Lebar muka : 34 cm
5) Lingkar pinggang : 70 cm
6) Tinggi dada : 14 cm
7) Lebar dada : 23 cm
8) Panjang punggung : 37 cm
9) Lebar punggung : 35 cm
10) Panjang bahu : 13 cm
11) Panjang lengan : 54 cm
12) Lingkar ujung lengan : 22 cm
13) Tinggi duduk : 23 cm
14) Lingkar panggul : 96 cm
15) Panjang celana : 94 cm
16) Lingkar kaki celana : 42 cm
17) Panjang lutut : 54 cm
Keterangan pola bagian belakang
Bahan blus dilipat dua, pada bagian tepi kain digambar pola blus bagian muka, dan pada lipatan kain digambar pola blus bagian belakang, untuk langkah berikutnya ikuti keterangan berikut : Ukur tiga cm dari ujung kain, beri nama titik A, buat garis dari A ke F.
A - A1 = 1,5 cm,
A - A2 = 7 cm,
hubungkan A2 dengan A1 membentuk garis leher belakang.
F - F1 = 4 cm, buat garis mendatar.
A2 - A3 = panjang bahu, ujung bahu menyentuh garis datar F1.
A1 - B = 9 cm
G - B1 = ½ lebar punggung
A1 - G = ½ panjang punggung ditambah 1 cm
G - G1 = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
Hubungkan titk A3 dengan B1 terus ke G1 (lingkar kerung lengan belakang).
A1 - C = panjang punggung.
C - C1 = ¼ lingkar pinggang ditambah 3 cm (untuk kup dan dikurangi 1 cm).
C - C2 = 1/10 lingkar pinggang
C2 - C3 = 3 cm.
Besar kup di bagi dua dibuat garis bantu sampai ketitik C4 dan C5 (panjang kup) hubungkan C2 dan C3 ke C4 dan C5 seperti gambar.
C - D = ukuran tinggi panggul.
D - D1 = ¼ lingkar panggul dikurangi 1 cm.
C - E = ukuran panjang blus,
E - E1 = D - D1.
E1 - E2 = 1 cm.
Bentuk garis sisi blus dengan menghubungkan titik G1 dengan C1, dan C1 ke D1 membentuk garis panggul, terus ke E2 seperti gambar.

b. Menggambar pola blus
Keterangan pola bagian muka
Kain dilipat dua, lalu disemat dengan jarum pentul, ukur dari tepi kain sebesar 7 cm (2 cm untuk lidah belahan dan 5 cm untuk lipatan) sepanjang tengah muka atau sepanjang ukuran blus. Samakan garis bantu pola belakang, seperti garis badan, pinggang, panggul dan panjang rok. Beri kode yang sama, seperti titik G pada badan, titik C pada pinggang, titik D pada panggul dan titik E pada panjang rok.
G - G1 = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
C - C1 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm (3 cm untuk kup, dan 1 cm untuk kebesaran pola bagian muka dari pola belakang) D - D1 = ¼ lingkar panggul ditambah 1 cm.
E - E1 = D - D1,
E1 - E2 = 1 cm, dan dibentuk seperti gambar.
C - A1 = ukuran panjang muka.
A1 - A = 1/6 lingkar leher ditambah 2 cm,
A - A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1,5 cm.
A2 - F = panjang bahu,
F - F1 = 5 cm, buat garis mendatar,
A2 - F1 = panjang bahu.
A1 - G = 5 cm,
G - G1 = ½ lebar muka.
Hubungkan titik F1 ke G1 terus ke B1 seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).
C - C2 = 1/10 lingkar pinggang,
C2 - C3 = 3 cm (besar lipit kup).
E2 diukur 1,5 cm, dibuat garis putus-putus sampai ke C4 dan C5 (panjang kup)
Hubungkan C2 dan C3 ke C4 dan C5 seperti gambar.
Hubungkan titik B1 dengan C1, terus ke D1 dengan membentuk sisi
panggul, terus ke E2 seperti gambar.
Keterangan pola lengan
Menggambar pola lengan diatas kain yang terdiri dari dua lapis, dengan posisi bagian baik bahan berhadapan, dengan kata lain bahagian buruk bahan terletak pada bagian atas lalu digambar pola lengan sebagai berikut : ambil satu titik diberi nama titik A.
A - B = panjang lengan.
A - E = tinggi puncak lengan.
Dari titik E buat garis vertikal lebih kurang 20 cm kekiri dan kanan.
Dari titik A ukur ke C dan D ½ lingkar kerung lengan, letak titik C dan D harus menyentuh garis datar B.
Buat garis putus-putus (garis bantu) dari A ke C dan dari A ke D.
Garis bantu dari A ke C dan A ke E dibagi tiga.
A1 = 1/3 A - C
A2 = 1/3 A - E
A1 - A3 = A2 - A4 = 1,5 cm.
B3 = 1/3 C1 - A
C1 ke C2 turunkan 1 cm.
Hubungkan A dengan A4 dan D1 seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).
Hubungkan A dengan A4 dan B2 seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang).
B - B1 = ½ lingkar ujung lengan,
B - B2 = ½ ukuran lingkar ujung lengan
B2 - B3 = 1,5 cm
Hubungkan B dengan B3 (sisi lengan bagian belakang), dan B
dengan B1 seperti gambar (sisi lengan bagian muka)
Pola lengan
Ukuran yang diperlukan
1). Lingkar kerung lengan : 40 cm ( diukur dari pola badan)
2). Tinggi puncak lengan : 12 cm
3). Panjang lengan : 54 cm
Menggambar pola kerah dilakukan di atas kain yang berlipat dua.
A - C = lipatan kain.
A - B = ½ lingkar leher,
A - A1 = 3 cm,
A1 - C = 5 cm (lebar kerah).
B - D = 7 cm,
D - D1 = 4 cm.
Hubungkan A1 dengan B dengan garis melengkung (garis leher), B ke D1 (ujung kerah) dan dari C ke D1 melalui titik D.
c. Menggambar pola celana
Ukuran Celana
a). Lingkar Pinggang : 66 cm
b). Tinggi duduk : 23 cm
c). Lingkar Panggul : 96 cm
d). Panjang Celana : 90 cm
Pola bagian muka Pola bagian belakang
Keterangan menggambar pola celana wanita
Pola celana bagian muka
A - B = panjang celana.
A - C = 1/3 lingkar pesak dibagi 3 ditambah 4 cm.
C - D = C - E - ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm.
E - D1 = 4 cm tarik garis lurus sampai garis pinggang namakan titik H.
H - G = lingkar pinggang dibagi 4 ditambah 2 cm.
A - F = panjang lutut.
F - F1 = F - F2 = ½ lingkar lutut.
B - B1 = B - B2 = ½ lingkar kaki celana.
G - I = 3 cm.
G - j = 12 cm.
Hubungkan I dengan j seperti gambar saku sisi celana.
Hubungkan H dengan E seperti gambar ( pesak celana bagian muka ).
Hubungkan E dengan F2 terus ke titik B2, seperti gambar (garis sisi celana).
Hubungkan G dengan D membentuk garis panggul, terus ke titik B1 melalui titik F1 seperti gambar (sisi celana).
Pola celana bagian belakang
Pola celana bagian belakang digambar berdasarkan pola celana bagian muka, untuk itu pindahkan pola celana bagian muka dengan cara menjiblak sekaligus memindahkan tanda-tanda pola seperti titik
E, F2 dan B2.
E - E1 = 8 cm.
F2 - F3 = 4 cm.
B2 - B3 = 4 cm.
Hubungkan titik E1 dengan F3 terus ketitik B3 seperti gambar (garis sisi celana bagian belakang).
G - G1 = 4 cm.
H - H1 = 3 cm.
G1 - H1 = 1/4 lingkar pinggang dibagi ditambah 4 cm.
E1 - E2 = 1 cm,
Hubungkan H1 dengan E1 seperti gambar (pesak celana bagian belakang).
D - J = 5 cm.
J - J1 ditambah J - J2 = ½ ukuran lingkar panggul.
d. Memeriksa Pola
Memeriksa pola merupakan salah satu langkah dalam pembuatan busana. Pemeriksaan pola mencakup tentang kesuaian pola dengan desain yang telah dirancang. Dalam hal ini perlu diperhatikan apakah desain mengunakan garis princess, model saku, kerah, desain lengan, panjang baju, dan lain-lain. Selain itu juga perlu diperhatikan kesesuaian ukuran dengan pola yang telah dibuat. Untuk itu, pola yang telah selesai dibuat sebaiknya dicek atau diperiksa terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan atau menggunting.
2. Menggambar pola busana dengan teknik konstruksi di atas kain untuk pria dewasa. Desain terdiri dari kemeja dan celana panjang.
Desain
Cara mengambil ukuran kemeja dan celana pria.
1) Panjang kemeja, diukur dari bahu tertinggi sampai panjang yang
sesuai dengan model.
2) Lingkar badan, diukur sekeliling badan terbesar ditambah 4 cm
3) Rendah bahu, diukur dari tulang leher belakang sampai batas pertengahan garis bahu pada punggung.
4) Rendah Punggung, diukur dari tulang leher belakang sampai batas pertengahan garis lingkar badan (untuk menentukan batas kerung lengan pada ketiak)
5) Lebar punggung, diukur dari pertengahan lingkar kerung lengan kiri sampai batas lingkar kerung lengan sebelah kanan.
6) Panjang punggung, diukur dari tulang leher belakang dalam posis lurus sampai bapas pinggang.
7) Lingkar leher, diukur sekeliling pangkal leher
8) Panjang lengan, diukur dari bahu terendah sampai panjang lengan pada model.
9) Lingkar lengan, diukur sekeliling garis siku selebar ukuran lengan pada model.
10) Lingkar manset, diukur lingkar ujung lengan ditambah 3 cm
11) Lebar manset, ukurannya disesuaikan dengan model
12) Panjang celana, diukur dari pinggang sampai panjang yang diinginkan.
13) Lingkar pinggang, diukur sekeliling pinggang.
14) Lingkar pesak, diukur dari batas pinggang belakang, melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka.
15) Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
16) Lingkar panggul, diukur sekeliling panggul terbesar.
17) Lingkar ujung kaki celana, diukur sekeliling kaki celana sesuai dengan model.
18) Panjang lutut, diukur dari pinggang sampai batas lutut.
19) Lingkar Lutut, diukur sekeliling lutut sesuai dengan keinginan.
Ukuran : 1) Panjang kemeja : 75 cm
2) Lingkar badan : 100 cm
3) Rendah bahu : 4 cm
4) Rendah Punggung : 22 cm
5) Lebar punggung : 42 cm
6) Panjang punggung : 41 cm
7) Lingkar leher : 40 cm
8) Panjang lengan : 60 cm
9) Lingkar lengan : 30 cm
10) Lingkar manset : 20 cm
11) Lebar manset : 3 cm
12) Panjang celana : 103 cm
13) Lingkar pinggang : 74 cm
14) Lingkar pesak : 70 cm
15) Lingkar paha : 64 cm
16) Lingkar panggul : 94 cm
17) Lingkar kaki celana : 44 cm
18) Panjang lutut : 52 cm
19) Lingkar Lutut : 50 cm
Menggambar pola kemeja pria
Pola badan bagian muka Pola badan bagian belakang
Skala 1;4 Skala 1;4
Keterangan pola kemeja bagian muka
Bahan kemeja dilipat dua, pada bagian tepi kain digambar pola kemeja dengan urutan sbb. Ukur dari tepi kain kedalam sebesar 5 cm sepanjang tengah muka/sepanjang ukuran panjang kemeja dan ditambah dengan kampuh. Ambil satu titik pada garis tersebut yang diberi nama titik A, untuk langkah berikutnya ikuti keterangan berikut :
A - B = 2 cm,
A - C = ukuran rendah bahu,
B - D = ukuran rendah punggung,
B - E = ukuran panjang punggung,
A - F = panjang kemeja, setiap titik buat garis bantu ( garis putus - putus).
A - a1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm,
A - a = 1/6 lingkar leher ditambah 2 cm.
Hubungkan a dengan a 1 dengan garis bantu,
a - a 1 dibagi dua dinamakan titik g
g - g1 = 1,5 cm,
hubungkan a dengan a1 melalui titik g1 seperti gambar.
C - I = ½ lebar punggung ditambah 1 cm.
Hubungkan titik a ke I menjadi garis bahu.
I - x = C - D ,
Buat garis vertikal dari x ke I,
Garis I dan x dibagi tiga, sepertiga bagian dari x dinamakan titik i, i - i 2 = 1 s.d 2 cm.
D - L = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
E - K = ¼ lingkar badan dikurangi 1 cm.
F - O = D - L yaitu ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
Hubungkan titik I dengan L melalui titik i2 seperti gambar (lingkarkerung lengan pola bagian muka).
O - O1 = 1 cm,
Hubungkan L dengan K dan dengan O1 seperti gambar (sisi badan).
Hubungkan a1 ke F dengan garis strip dan titik berselang seling (tanda tengah muka),
Hubungkan dari F terus ke O1 seperti gambar (bawah baju)
a1 - n = F - F1 yaitu 1,5 cm,
Hubungkan titik n dengan F1 dengan garis lurus.
Jarak rumah kancing lebih kurang 8 cm.
Keterangan pola kemeja bagian belakang Untuk menggambar pola kemeja bagian belakang yang dipedomani adalah pola kemeja bagian muka. Letakkan pola badan bagian muka diatas kain yang sudah dilipat untuk tengah belakang kemeja, dengan posisi tengah muka pola bagian muka dikurangi 1 cm, hal ini disebabkan karena pola kemeja bagian belakang lebih kecil dua centimeter dari pada pola bagian muka. Karena pola bagian muka dibuat setengah dari badan bagian muka, maka sepanjang garis tengah muka dikurangi satu centimeter, pada gambar dapat dilihat pengurangan pola bagian muka dengan keterangan sbb : Titik a1, D, E dan F adalah pindahan dari pola bagian muka. Dari titik a ke m diukur sama dengan titik F ke u yaitu 1 cm.
Sisi badan pola bagian belakang disamakan dengan pola bagian muka. Garis bahu pola bagian belakang dibuat berdasarkan pola bagian muka sbb:
I - H = 7 cm,
a1 - Q = 6 cm.
Sambungkan garis dari titik m keatas sampai sejajar dengan titik H, beri nama titik S.
S - H1 = ½ lebar punggung ditambah 1 cm.
Q1 - Q = 1/10 lebar punggung.
Hubungkan S ke Q dengan garis bantu.
S - Q dibagi dua diberi nama titik t.
t - t1 = 1,5 cm,
Hubungkan S dengan Q melalui titik t1, seperti gambar (lingkar lrher pola bagian belakang),
Q - H1 = garis bahu.
Hubungkan titik H1 dengan L seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang).
F - U = 1 cm, bentuk garis dari titik U ke garis sisi badan.
Hubungkan titik U dengan titik S dengan garis strip dan titik berselang seling ini adalah tanda garis tengah belakang pola badan.
Menggambar pola lengan di atas kain berlipat dua. Kain diukur menurut arah serat kain, sepanjang lebih kurang 50 cm dari tepi kain, lalu dilipat dua. Garis lipatan dijadikan garis tengah pola lengan.
Kemudian diikuti langkah kerja sbb :
Pada lipatan kain paling atas diambil satu titik dinamakan titik A.
A - B = panjang lengan.
A - C = B - D yaitu ukuran rendah punggung,
Buat garis empat persegi dengan menghubungkan titik A dengan B, A dengan C, B dengan D dan C dengan D.
C - F = ½ ukuran A - C,
Hubungkan A ke F dengan garis bantu.
A - L = ½ A - F.
L - L1 = 1,5 cm.
Hubungkan titik A dengan F, melalui L (kerung lengan bagian muka), Hubungkan A dengan F, melalui L1 (kerung lengan bagian belakang).
F - E = ½ F - D dikurangi 2 cm,
Buat garis horizontal kegaris A dan B, diberi nama titik K.
K - H = ½ ukuran lingkar lengan.
B - D1 = ½ ukuran lingkar ujung lengan dikurangi 2 cm.
Hubungkan F dengan D1, melalui titih H (sisi lengan muka dan belakang). B - B1 = 6 cm.
B1 - B2 = 9 cm (belahan ujung lengan kemeja).
Keterangan pola board dan kerah Pola board dan kerah dibuat menurut lebar kain, caranya diukur kain sepanjang lingkar leher yang ada pada pola bagian muka dan belakang ditambah dengan kampuh, kain dilipat dua dan digambar dengan urutan sbb :
A - B = 3 cm (lebar board pada lipatan kain).
A - C = ½ lingkar leher.
C - D = 1,5 cm
D - E = 2,5 cm.
Hubungkan B dengan D melewati titik E dan hubungkan A dengan C,
B dan D.
Pola kerah dibuat menyatu dengan boar.
B - F = 3,5 cm (lebar kerah).
E - G = B - F.
G - G1 = 1,5 cm,
G1 - G2 = 1,5 cm.
Hubungkan B dengan F, F dengan G2 dan E dengan G2.
Pola kerah
Keterangan pola saku kemeja
Saku kemeja digambar menurut arah panjang kain, dengan ukuran
sebagai berikut:
A - B = 11 cm,
A - C = 12 cm.
C - D = A - B ( lebar saku),
A - C = B - D (dalam saku).
Titik E = ½ C - D .
E - F = 1,5 cm.
Hubungkan A dengan B, A dengan C, B dengan D, C dengan F terus ke D.
Keterangan pola manset:
A-B = Lingkar Menset
A-C = 2 X Lebar Manset
C-D = A-B
A-C = B-D
A-E = ½ A-C
Keterangan pola klep manset:
A-B = 11 cm
A Lebarnya Lebih kurang 1,75 cm
B Lebarnya Lebih Kurang 2 cm
Pola celana pria
Pola bagian muka Pola bagian belakang
Keterangan menggambar celana pria
Pola bagian muka
Ambil titik A, buat garis mendatar dan garis tegak lurus.
A - C = panjang celana.
A - B = 1/3 lingkar pesak ditambah 5 cm
Buat garis datar kekiri dan kekanan.
B - D = B - E yaitu ¼ lingkar paha dikurangi 4 cm
(ukuran E ke D adalah ½ lingkar paha dikurang 4 cm).
D - F = F - G yaitu 3 cm,
Buat garis vertikal dinamakan titik H (buat garis antu).
H - I = 1 cm,
Hubungkan titik I - G dengan garis lurus terus ke D dengan garis melengkung.
I - N = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm untuk kup.
I - Y = 1/10 lingkar pinggang.
Y - K = L - M yaitu 2 cm.
K - L = 3 cm.
N - O = 3 cm.
O - P = 13 cm,
Hubungkan O ke P dengan garis lurus (untuk saku samping).
A - Q = ukuran panjang lutut.
Q - R = Q - S yaitu 1/4 lingkar lutut dikurang 2 cm
(R ke S adalah ½ lingkar lutut).
C - C1 = C - C2 yaitu ¼ lingkar kaki dikurang 2 cm
(C1 ke C2 adalah ½ lingkar ujung kaki celana).
H - H1 = 4 cm.
I - I1 = 18 cm.
Hubungkan H1 dengan I1 seperti gambar.
Hubungkan N dengan C2 melewati titik E dan S seperti gambar, dan
hubungkan D dengan C1 melewati titik R.
Pola bagian belakang.
Pola celana bahagian belakang di buat berdasarkan pola bagian muka, caranya sebagai berikut : Pindahkan pola celana bahagian muka bersamaan dengan tanda-tanda pola. Garis sisi celana bahagian pinggang diberi nama titik A.
A - C = ¼ lingkar pinggang ditambah 2 cm untuk kup nat.
Hubungkan A dengan C, dengan membentuk sudut siku pada garis A ke C dan A ke E.
Titik B = ½ A - B.
B - B1 = 2 cm.
D - E = 5 cm,
Buat garis datar kekanan melewati pola bagian muka.
E - F ditambah E - H = ½ lingkar panggul.
I - Y = 8 cm,
Hubungkan titik C ke H dengan garis lurus, terus ke Y dengan garis melengkung.
K - M = L - N yaitu 4 cm.
Hubungkan titik Y ke M dengan garis melengkung, terus ke titik N dengan garis lurus seperti gambar.
3. Menggambar pola busana dengan teknik kontruksi di atas kain untuk anak-anak.
Desain busana anak-anak berikut ini adalah baju setali atau bebe, panjang baju setengah paha. Memiliki garis prinses dari pertengahan garis bahu melalui dada sampai panjang baju dengan
model simetris. Lengan kop pendek. Pakai kerah polo. Pada bagian
belakang pakai risleting panjang 30 cm. Bagian bawah baju agak
sedikit kembang.
Cara Mengambil Ukuran
a. Lingkar badan, diukur sekeliling badan melalui ketiak ditambah
empat centimeter.
b. Lingkar pinggang, diukur sekeliling pinggang ditambah dua
centimeter.
c. Panjang punggung, diukur dari ruas tulang leher belakang yang
paling menonjol, sampai kebatas pinggang
d. Lebar punggung, diukur melebar di punggung, dari batas lingkar
kerung lengan kiri sampai batas lingkar kerung lengan kanan.
e. Lebar muka, diukur melebar didada dari batas lingkar kerung kiri
sampai batas lingkar kerung lengan kanan.
f. Panjang bahu, diukur dari batas leher sampai ujung bahu.
g. Lingkar Kerung lengan, diukur sekeliling lubang lengan datambah
satu centimeter
h. Lingkar leher, diukur sekeliling leher
i. Panjang muka, diukur dari lekuk leher sampai batas pinggang.
j. Panjang lengan, diukur dari bahu terendah sampai panjang lengan
sesuai dengan model.
k. Panjang baju, diukur dari lekuk leher sampai panjang baju sesuai
dengann model.
303
Desain
Gambar 152. Desain busana anak
Ukuran :
Lingkar badan = 64 cm
Lingkar pinggang = 60 cm
Panjang punggung = 27 cm
Lebar punggung = 26 cm
Lebar muka = 25 cm
Panjang bahu = 8 cm
Lingkar Kerung lengan = 30 cm
Lingkar leher = 27 cm
Panjang muka = 23 cm
Panjang lengan = 13 cm
Panjang baju = 50 cm
Menggambar pola anak
Keterangan pola bagian muka Agar pola yang dibuat diatas bahan tidak bergeser, serta pola yang dibuat sesuai dengan desain model, perlu diperhatikan bentuk pola dan bahan dasar yang akan digunakan, untuk itu perhatikanlah cara membuat pola diatas bahan berikut ini :
Ambil bahan dasar untuk busana anak yang lebarnya 115 cm, lipat dua dengan arah panjang benang (lungsin). Buat pola bagian
muka dengan cara;
A - A1 = 6 cm;
A - A2 = 8 cm.
A2 - C1 = panjang punggung.
A2 - B = panjang baju bagian muka.
A - C = ½ panjang punggung ditambah 1 cm.
C - G = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
C1 - C2 = ¼ lingkar pinggang ditambah 1 cm.
Titik A3 = ½ panjang bahu.
B - B2 = 1/10 lingkar pinggang,
Hubungkan dengan A3, untuk garis prinses.
A2 - A4 = 9 cm (panjang bahu)
A3 - A4 = 3 cm (keluwesan garis bahu).
Hubungkan A3 dengan G (lingkar kerung lengan muka).
Ukur dari titik A sebanyak 3 cm.
Berikutnya adalah mengembangkan dari D1 kesisi kanan sebanyak 3 cm dari garis sisi pola muka beri titik D ke D2, dari D2 naikan 1 cm, bentuk garis tersebut dengan luwes seperti gambar (garis bawah baju).
Keterangan pola bagian belakang
C - C1 = A - A1
C - C2 = 1,5 cm.
C1 - C3 = A1 - C1
D - D3 = B - B1 ditambah 3 cm.
D1 - H = ½ lingkar badan.
C3 - C4 = ¼ lingkar pinggang.
Hubungkan H ke D3 (sisi badan belakang).
Hubungkan C1 ke H (kerung lengan belakang).
Hubungkan D ke D3 seperti gambar ( garis bawah baju)
Pola Lengan
Ukuran
Lingkar kerung lengan : 38 cm
Tinggi puncak lengan : 10 cm
Lingkar ujung lengan : 18 cm

Keterangan Pola lengan
A - B = panjang lengan,
A - C = tinggi puncak lengan,
A - D = A - E adalah ½ lingkar kerung lengan.
Puncak lengan digunting, dikembangkan kekiri dan kanan masing-masing 3 cm. Bentuk ujung.

Sumber;
http://okrek.blogspot.com/2010/03/menggambar-pola-busana-dengan-teknik.html


Sabtu, 26 Maret 2011

7 Keajaiban Dunia Yang Tidak Banyak Diketahui


1.Banaue Rice Terraces di Filipina
Dari gambar ini kelihatan luar biasa, ya, sawah irigasi kuno yang berumur 2000 tahun. Terletak di gunung Ifugao Filipina, terkenal dengan sebutan Banaue Rice Terraces. Tidak muluk-muluk, tapi Filipina merasa cukup puas seandainya Banaue Rice Terraces ditempatkan sebagai “Keajaiban Dunia ke Delapan”.
Diperkirakan, sawah yang ‘diukir’ di gunung Ifugo ini, dibuat dengan peralatan yang sangat tradisional oleh nenek moyang bangsa Filipin. Sawah petak ini berada di 1.500 meter di atas permukaan laut dan mengelilingi lereng gunung sejauh 10.360 kilometer persegi.
Yang luar biasa, nenek moyang sudah mengatur sedemikian rupa pengairan sawah yang berasal dari hutan yang berada atas persawahan itu. Penduduk setempat sampai hari ini masih menanam pati juga sayuran di sawah itu.
Erosi, merupakan salah satu ancaman bagi keberadaan sawah kuno ini. Karenanya, pemerintah juga warga sekitar sangat peduli hal ini, perawatan serta rekonstruksi dilakukan terus menerus, untuk menjaga kelestariannya.

2.Sigiriya di Sri Langka


ni adalah sisa-sisa peninggalan istana kuno yang terletak di atas bukit batu. Sigiriya atau Batu Singa, begitu sebutannya. Terletak di Matale District, Sri Lanka, dikelilingi hutan, waduk, juga kebun. Letaknya yang unik, ditambah dengan pemandangan menakjubkan, membuat Sigiriya banyak dikunjungi wisatawan. Melihat dari udara, Sigiriya seperti lukisan kuno yang mengingatkan orang pada Ajanta Caves di India.



Sigiriya dibangun pada masas pemerintahan Raja Kassapa I yang memerintah dari 477-495 AD. Tempat ini adalah satu dari tujuh peninggalan kuno yang dimiliki Sri Langka. Diduga, Sirigiya didiami sejak masa pra-sejarah. Lalu, pada abad ke-5 BC, tempat ini dipakai sebagai biara.

3. Tower of Hercules di Spanyol


Menara Hercules adalah mercu suar kuno peninggalan Romawi yang terletak di semenanjung, sekitar 2,4 kilometer (1,5 mil) dari pusat Corunna, Galicia, barat laut Spanyol. Nama Corunna berasal dari kolom kuno. Tinggi tower ini 55 meter menghadap pantai Atlantik Utara, Spanyol.
Mercusuar Hercules berusia 1900 tahun, peninggalan Romawi yang masih beroperasi hingga kini
Konon, usia tower ini sudah mencapai 1900 tahun, direhabilitasi tahun 1791. Ini adalah mercu suar peninggalan Romawi yang hingga kini masih difungsikan.

4. Toruń, Kota Kuno di Polandia Utara yang Masih Eksis


Toru adalah kota di Polandia utara, persisnya di Vistula River. Ini adalah kota kuno yang telah ada sejak 1100 BC yang sampai sekarang masih eksis. Kota ini adalah kota kelahiran Nicolaus Copernicus (Seorang astronom, matematikawan, dan ekonom. Teorinya yang terkenal adalah matahari sebagai pusat Tata Surya, menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional —yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta— dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern. Teori ini menimbulkan revolusi ilmiah)
Torun kota kuno di Polandia masih eksis hingga kini. Diduga kota ini sudah ada tahun 1100 BC
Toru menjadi cikal bakal pemukiman pertama di daerah itu, diperkirakan telah ada sejak 1100 BC. Kota itu berkembang pada abad pertengahan, yakni abad ke 7 hingga ke 13. Kemudian Kesatria Teutonic membangun benteng di sekitar pemukiman, antara tahun 1230-31. Pada 1263, biarawan Franciscan menetap di daerah itu mengikuti Dominika pada 1239.


Kota ini semakin berkembang dengan dibangunnya kota baru di dekat Toru. Kedua kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan penting pada abad pertengahan.
Kalau anda melihat potret ini, sungguh menarik. Tempat ini sejak dulu hingga sekarang banyak dikunjungi. Kalau dulu karena menjadi kota dagang, sedang sekarang menjadi kota wisata yang sarat dengan sejarah masa lalu.

5.Ajanta Caves di India
Goa Ajanta di Maharashtra, salah satu dari banyak peninggalan kuno yang ada di India. Yang menakjubkan di goa ini banyak terdapat lukisan juga patung-patung Buddha bernilai seni tinggi. Diperkirakan, monumen-monumen yang ada dalam goa ini mulai digarap pada abad ke 2 BC.


Tapi goa di Ajanta ini kemudian ditinggalkan. Selama 1300 tahun goa ini terbengkalai, di bagian luar, belukar tumbuh tinggi, akhirnya menjadi hutan yang otomatis menyembunyikan keberadaan goa ini. Tidak ada yang pernah tahu bahwa di sana tersimpan ‘warisan dunia’ yang luar biasa. Sampai akhirnya pada musim semi tahun 1819 seorang perwira Inggris, tanpa sengaja memasuki ngarai yang curam.
Semakin dalam dia masuk ke sana, dan dia luar biasa kaget karena ia menemukan sebuah pintu tersembunyi di salah satu gua. Inilah kunjungan pertama manusia setelah ribuan tahun. Ketika ditemukan goa itu hanyalah ‘rumah’ burung dan kalelawar serta binatang lainnya. Kapten Smith kemudian melakukan eksplorasi pertama untuk mengetahui ‘isi’ dari goa misterius itu. Nama Kapten Smith ini diketahui, karena yang bersangkutan menuliskan namanya pada dinding goa dan tahun kedatangannya. Ia menulis, “Kapten Smith, April 1819”.

6. Lembah Bunga di Himalaya
Lembah Bunga adalah lembah yang berada di ketinggian Himalaya. Para pendaki juga ahli botani menggambarkan lembah itu luar biasa indah, sudah ada sejak lebih dari seabad lebih, bahkan dalam mitologi Hindu, penggambaran keberadaan lembah ini sudah ada sejak jaman dahulu kala.


Hamparan yang lembut, padang rumput di selingi bunga-bungaan warna warni, sangat indah dan nyaris menyesakkan nafas memandangnya. Lembah bunga yang indah semakin lengkap dengan adanya background gunung dan hutan. Lembah bunga ini dinyatakan taman nasional (Nanda Devi National Park) pada 1982. Masyarakat setempat mengetahui keberadaan lembah bunga ini, mereka meyakini bahwa tempat itu dihuni oleh kawanan peri.

7. Metéora, Bangunan di Puncak Gunung Batu Athos, Yunani
Lihat gambar-gambar ini, pasti anda takjub. Bagaimana bisa sebuah castile bisa berdiri di puncak gunung batu. Terbayangkan betapa sulitnya pembangunan castle ini, padahal usianya sudah ratusan tahun. Ini adalah kompleks biara-biara ortodoks Timur paling besar dan paling penting di Yunani. Persisnya, biara-biara ini dibangun di puncak gunung batu Athos.


Ada enam biara di kompleks ini. Persisnya berada di kawasan Thessaly, dekat sunagi Pineios, pinggir baratlaut Yunani Tengah.Yang cuku menarik adalah akses menuju biara yang sangat sulit. Konon, dulunya untuk mencapai biara digunakan tanggap panjang atau semacam jala yang dipakai untuk menaikkan dan menurunkan barang, termasuk manusia. Dibutuhkan kekuatan iman untuk bisa mencapai biara ini.

Sumber: http://terselubung.blogspot.com/2010/10/7-keajaiban-dunia-yang-tidak-banyak.html


POLA DASAR BAJU KEMEJA PRIA

                Pada postingan pertama ini saya ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman yang masih pemula atau yang masih di bangku kursus menjahit seperti saya ini. Awalnya saya belajar menjahit baju pada seorang teman di pondok waktu saya masih SLTA dan teman saya menunjukkan beberapa pola sederhana, selanjutnya saya coba mengembangkan pola-pola itu pada sebuah kertas koran yang saya lem sehingga berbentuk sebuah baju, teman saya waktu itu menunjukkan pola dasar kemeja untuk pria seperti di bawah ini lengkap dengan contoh ukuran-ukurannya.

UKURAN - UKURAN              KECIL :   SEDANG :   BESAR :
1.Lingkar badan ( pas )                  82               88             104
2.Panjang punggung                       39               40              44
3.Panjang baju                               64               65              75
4.Lebar punggung                          40               42              46
5.Lebar dada                                 38               40              44
6.Lebarbahu                                  15               16              18
7.Panjang lengan (pendek)             25               26              27
8.Lingkar lengan (pendek)              38               40              46
9.Lingkar leher (pas)                      38               39              40

UKURAN SEDANG :

BAGIAN BELAKANG :
A B = ½ lingkar badan + 8 cm = 52 cm
A C = ½ A B + 1.5 cm = 27.5 cm
B N = 1/10 lingkar badan + 1/3 panjang punggung + 2 cm = 24,1
N K = panjang baju = 65
N s = 1/10 lingkar badan – 2 cm = 6,8 cm
s s’ = 4 a 5 cm
s’t = lebar bahu
t t’ = 1 a 1.5 cm
N R = 8 cm
R Q = ½ lebar punggung = 21 cm
N E = panjang punggung = 40 cm
Hubungkan t, Q dan C


BAGIAN MUKA :
M’ S = 1/10 lingkar badan = 8,8 cm
M’ M = 1/10 lingkar badan – 2 cm = 6,8 cm
M’ T0 = ½ lebar dada + 2 cm = 22 cm
T0 = kebawah 4 cm
S T = lebar bahu = 16 cm
M O = 5 cm (tetap)
O P = ½ lebar dada + 2 cm = 22
Dari K siku kekiri K J = M’ N
J L = A C
J J’ = turun 1,5 a 2 cm
Di titik F dikurangi kanan dan kiri 1 a 1,5 cm
M M0 = 2 cm untuk lidah kancing
Hubungkan T, P dan C


KERAH PAKAI POTONGAN
M0 N = ½ kerung lebar M0S + s’N 2 cm (kancing).
M0 naik 2 cm , N N’ = 3 cm.
N’ N’ = 1,5 cm. N” N” ‘= N N’ + 1
M” ke kiri, ke atas 1 cm


KERAH TERUSAN
a’b = ½ kerung leher M0S + s’ N + 2 cm (kancing)
b b’ = 1,5 cm, b’b” = 3 cm
b”b” ‘ = b’b” + 1 cm = 4 cm
a” ‘ ke kiri, ke atas 1 cm

LENGAN PANJANG KEMEJA PRIA


UKURAN-UKURAN                       KECIL:   SEDANG:   BESAR:
Lingkar badan (pas)                                80            88             104
Panjang sampai pergelangan tangan         58            59              64
Lingkar pergelangan tangan                     22            24              26
(pas + 6 + 8 cm)
Panjang tangan pendek                           25            26              27
Lingkar tangan pendek                            36            38             40

UKURAN-UKURAN SEDANG SKALA 1 : 4

T K = ¼ lingkar badan + 1 cm = 23 cm
T T0 = K K0=1/2 TK – 1 cm = 10,5 cm
T P = K K’ = panjang sampai pergelangan tangan
P P’ = K’K” = 6 a 7 cm (manchet)
P’J = ½ lingkar pergelangan tangan + 3 cm (wiru) = 15 cm
P J’ = ½ lingkar pergelangan tangan = 12 cm
P’K” ‘ = 2/3 P J’ = 8 cm
K” ‘ ke atas 10 a 12 cm (untuk belahan).



 LENGAN PENDEK

Untuk tangan pendek caranya sama dengan tangan panjang
T K’ = panjang tangan pendek = 26 cm
K’ J = lingkar tangan pendek dibagi 2 = 19 cm

                Pola di atas bagi yang sudah mahir sangatlah mudah tetapi bagi saya yang masih baru belajar memang terasa sulit, tetapi hanya ketekunan dan kerja keras dan semangat untuk bisa sehingga pola di atas bisa saya kembangkan menjadi sebuah baju kemeja. Selamat mencoba cara sederhana ini, semoga berhasil!.


Mengapa Belajar Menjahit ?

Kehidupan ini sungguh kejam kalau tidak disikapi dengan bijak.
Pada waktu saya masih menjadi pelajar tidak pernah terbayang apakah yang saya lakukan nanti dengan ilmu saya yang standar SLTA, tidak ada bakat keterampilan yang memadai. Berkat bantuan teman curhat saya waktu itu yang kesehariannya hanya sebagai seorang penjahit biasa, saya tiba-tiba ingin mencoba sedikit belajar menjahit.

Mulanya hanya sekedar iseng setelah lama ingin saya dalami terus dengan harapan bisa menopang kehidupan saya nanti, sehingga pada suatu saat saya mulai belajar dengan bantuan buku PSMI Surabaya yang saya dapatkan dari Modes Kartini. Untuk mempraktikkan beberapa pola yang saya pelajari saya meminta kepada orang tua saya untuk dibelikan mesin jahit walaupun dengan keadaan terpaksa orang tua saya menjual barang berharga isi rumah untuk menutup harga mesin jahit pada waktu itu seharga Rp. 185.000 .

Begitu sulitnya mendapatkan uang pada waktu itu, akhirnya saya memiliki mesin jahit pertama kali merk Butterfly, dan saya mulai belajar sendiri bagaimana cara menjahit pakaian. Sungguh terasa sulit sekali belajar hanya dengan melihat buku teori tanpa bimbingan seorang guru modes, tetapi dengan kemauan keras dan dengan keterbatasan dana akhirnya baju kemeja yang pertama kali saya jahit berhasil jadi sesuai dengan pola sederhana yang saya pelajari sekalipun masih terdapat banyak kekurangan.

Sampai saat ini saya masih tetap menerima jasa pesanan jahitan dengan harapan bisa mendapatkan upah jahit untuk menghidupi keluarga saya. Anak-anak saya sudah mulai tumbuh dewasa seiring berjalanya waktu, tuntutan kehidupan mulai meningkat mulai dari kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya pendidikan yang semakin lama semakin tinggi menuntut saya harus bekerja demi kesejahtraan mereka. Anakku adalah darahku, kasih sayangku mengalir dalam tubuhnya, aku ingin anakku menjadi orang yang sukses.

Untuk mencuahkan semuanya, saya mulai belajar mengutak-atik templat untuk menuliskan semua yang saya bisa bagi kepada teman-teman, tempat menulis segala yang pernah saya alami dalam menjalani kehidupan, mencoba menulis walaupun sekedar coretan biasa saja bagi yang udah profesional tentunya tidaklah berharga. Imam Syafi’i pernah berkata: “ Goresan pena bagiku itu lebih indah dari kecupan seorang gadis”. Terlintas juga di pikiran saya bagaimana berbisnis dengan blog ini tetapi sampai saat ini saya juga tidak tahu caranya, dan juga yang saya tampilkan ini tidak terlalu istimewa untuk di jual.

Saya belajar membuat blog pada seorang teman bernama Rodi Hartono, saya juga sering membuka situs tutorial seperti miliknya Profesor Blog Kang Rohman dan lain-lain, jadi banyak tutorial beliau yang saya covas maklumlah sampai saat inipun saya belum mengerti tentang HTML atau sejenisnya tetapi beruntung masih ada yang berbaik hati berbagi lewat situs tutorial blogspot jadi dengan mudah saya bisa mencovas.

Templat yang saya gunakan ini adalah templat Al Aswad-Al fateh awalnya milik amatullah83.blogspot.com saya download dua bulan lalu, trims buat amatullah blog indahnya berbagi (Jazakahumullah khaironkatsiro) seperti di samping atas...

Dengan segala keterbatasan pengetahuan saya berusaha mengotak-atik mengedit mencovas agar sesuai dengan selera yang saya inginkan sehingga akhirnya berbentuk seperti ini ...


Sangat sederhana sekali, oleh karena itu saya sangat mengharapkan bantuan dari teman-teman yang memiliki kelebihan ilmu membantu untuk merancang atau memberi saran agar blog ini menjadi blog yang profesional. Amiin !!!

Contoh pola dasar Baca di sini.


PIJIT SEDERHANA

        Terkadang kegiatan rutin yang kita lakukan setiap hari tidak terasa membuat kondisi tubuh kita tidak stabil. Keadaan yang demikian sering terasa apabila kita selesai melakukan suatu pekerjaan, terkadang juga kita tidak bisa tidur cepat dikarenakan pikiran yang tidak menentu. Secara medis untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan sering berolah raga dan rekreasi ke tempat hiburan atau ke tempat wisata agar otak kita refresh setiap saat. Tetapi bagi yang memiliki kesibukan tertentu hal tersebut sulit dilakukan, di samping harus memikirkan pekerjaan, penghasilan yang tidak menentu, biaya hidup, biaya pendidikan anak, dan segudang permasalahan lain membuat kita jarang terfikir untuk melakukan olahraga rutin.

       Ada alternatif lain bagi teman-teman yang dalam kondisi seperti di atas adalah dengan secara rutin juga memelihara tubuh menggunakan jasa tukang urut atau pijit refleksi. Badan yang diurut membuat otot yang tadinya sudah mengendur atau atau tidak pada posisi sebenarnya menjadi segar kembali.


       Berikut ini akan saya perkenalkan tukang urut yang sudah berpengalaman menangani permasalahan kebugaran tubuh, bagi teman-teman yang bertempat tinggal di seputaran KLU . . he he he he . . Lombok Utara geto lo. . . Bapak Budiman namanya, dia seorang penjaga di salah satu Sekolah Dasar di Desa Sesait Kecamatan Kayangan, buka setiap hari sepulang kerja.



       Beberapa keluhan yang telah berhasil diatasi oleh Bapak Budiman diantaranya:
1. Keseleo atau salah urat
2. Sekujur tubuh terasa panas, sedikit sakit atau pegal-pegal
3. Kurang gairah
4. Memar tulang akibat terjatuh atau tersandung
5. Memasukkan otot belikat
6. Pinggang terasa sakit

       Untuk pengobatan refleksi Bapak Budiman juga sangat bepengalaman dengan sembuhnya beberapa pasen yang datang berobat, diantaranya yang sudah berhasil di sembuhkan adalah:
1. Kurang nafsu makan
2. Sakit perut atau mual-mual
3. Sakit kepala atau pusing-pusing
4. Sakit setelah melahirkan
5. Sakit gigi
6. Bengkak akibat digigit binatang berbisa
7. Reumatik
8. Sulit datang bulan (haid)
9. Kurang semangat melakukan hubungan intim

       Sakit yang sulit dideteksi oleh medis atau di luar kemampuan logika untuk menyebutnya, beberapa pasen penderita juga sudah berhasil dipulihkan, penyakit tersebut antara lain:
1. Kesurupan
2. Terkena guna-guna
3. Keretakan rumah tangga
4. Mempercepat mendapatkan pasangan hidup

       Jika teman-teman berminat untuk berobat silahkan berkunjung langsung ke rumah Bapak Budiman dengan alamat Lokok Sutrang Desa Sesait Kecamatan Kayangan Lombok Utara atau hubungi nomor HP. 087865800248.
Kesembuhan dan kesehatan teman-teman sangat kami dahulukan, kita yang berusaha namun semuanya ditentukan oleh Allah SWT. Amiin


Selasa, 22 Maret 2011

Mengenal mesin jahit di industri garmen

TYPE – TYPE MESIN GARMENT
oleh: noor fitrihana
disarikan dari makalah Arie R Kairupan di UNY

Jenis Mesin
Jarum 1 : 1 Needle Dry head (otomatic), semi dry Head (otomatic),semi aturomatic, Manual.
Jarum 2 : 2 Needle Biasa dan Split Otomatic dan
Bartacking machine : Manual dan Otomatis.
Button holling : Manual dan Otomatis.
Buton Attaching : Manual dan Otomatis
Over lock mesin : Manual dan Otomatis
Interlock/ Overdeck : Manual Standar 5,6 mm gauge set
Zig Zag mesin : Manual dan Otomatis standar 5 mm s/d 8 mm,:
Eyelet button holling : lubang kancing mata ayam Otomatic
Make Up Machine : Manual Standar ¼ Standart
Side Cutter : Manual dan otomatis
dll
1. Mesin Jahit jarum 1 ( single needle )
       Mesin jahit jarum satu merupakan mesin jahit pokok yang harus dipunyai dalam dunia garment. Adapun teknologi baru yang dikembangkan pada mesin ini adalah :
- otomatis potong benang.( Automatic Thread trimmer )
       Mesin single needle yang berfasilitaskan otomatis potong benang merupakan trend mesin yang dibutuhkan dunia garment saat ini. Dimana system ini menghilangkan tenaga tambahan yang dikeluarkan opearator untuk memutus benang setelah dijahit. Jadi sehabis bahan dijahit maka secara otomatis benang akan putus dan bahan bisa langsung diambil dilanjutkan dengan proses jahit yang lain.
- Control panel
       Control panel digunakan untuk memprogram suatu jahitan yang berada pada mesin tersebut. Control panel ini menempel diatas body mesin. Contoh program yang bisa diatur dengan control panel adalah jahitan label, otomatis jahitan kunci, menjahit terus menerus dll.
- Direct drive

Teknologi ini memakai motor berkekuatan tinggi yang ditanam didalam body mesin. Pada mesin ini sudah tidak ditemui lagi dynamo yang berukuran relative lebih besar
dabawah meja mesin jahit itu sendiri. Dengan direct drive maka getaran yang dihasilkan sangat kecil sehingga tingkat keakuratan jahitan lebih bagus.
- Dry Head
Mesin ini didesain tanpa ada minyak sama sekali atau dengan sedikit minyak yang ditampung dalam botol kecil. teknologi ini dikembangkan berdasarkan kendala yang terjadi di lapangan, dengan seringnya bahan itu kotor karena terkena minyak mesin.
2. Mesin jahit jarum 2 ( double needle )
Macam – macam tipe jarum dua :
a. Jarum dua standart
b. Jarum dua split
    Mesin ini memungkinkan untuk mengatur salah satu jarum utuk jahit / tidak. Contoh proses pada saku.
c. Jarum dua rantai
Mesin ini sama dengan mesin jarum dua standart tapi jahitan bawah yang dihasilkan adalah jahitan rantai.
3. Mesin obras ( overlock )
Dimana mesin ini untuk jahit pengaman bahan. Mesin ada 4 tipe : obras benang 3, obras benang 4, obras benang 5, obras benang 6. setiap mesin mempunyai fungsi masing masing dilihat dari proses yang dijahit.
Teknologi dalam mesin obras adalah :
a. Obras Dry head
b. Obras tipe benang 6
4. Mesin bartacking
Mesin bartacking digunakan untuk menjahit kunci pada akhir jahitan. Teknologi didalam mesin bartack adalah :
- Computer controlled
Patren dan kecepatan bartack yang diinginkan dapat diatur dengan mudah oleh control panel.
- Active tension
Teknologi ini memungkinkan kita mengatur kekencangan jahitan yang berbeda didalam dua model jahitan yang berbeda pada bahan yang berbeda yang dilakukan sekaligus.
- Direct Drive
Motor penggerak dengan kualitas tinggi ditanamkan langsung didalam body mesin.
5. Mesin Pasang kancing
Ada 2 tipe mesin pasang kancing :
- pasang kancing chainstitch
model mesin lama yang masih sangat manual. Hasil jahitannya adalah jahitan rantai yang bila satu jahitan itu lepas maka akan sangat mudah kancing itu lepas dari jahitan.
- pasang kancing lockstitch
        Model mesin terbaru yang sekarang ini menjadi trend di dunia buyer fashion dunia. Dengan jahitan lockstitch maka kualitas jahitan akan lebih tahan lama, anti copot. Model pasang kancing lockstitch pertama keluar langsung berbasic otomatis program computer. Teknologi pasang kancing computer adalah : direct drive, active tension dan automatic program.
6. Mesin Lubang Kancing
        Mesin lubang kancing merupakan salah satu mesin special di sector produksi garment. Teknologi mesin lubang kancing JUKI adalah :
- Computer controlled
- Bastingstitch system
Jahitan kerangka yang bisa mempertahankan bentuk lubang kancing selalu konstan.

Selengkapnya baca di sini


Selasa, 15 Maret 2011

Hati-hati Sebelum Membuat Pakaian

Sebelum Anda membuat baju / jahit pakaian sendiri, ingatlah beberapa tips berikut :
1. Pilihlah model pakaian yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini (misal : pakaian untuk ke kantor atau ke pesta atau pakaian sehari-hari), atau mungkin pakaian seragam, baju seragam keluarga, lalu carilah model pakaian yang sesuai dengan selera dan kondisi tubuh Anda (tinggi, pendek, gemuk, atau langsing).

2. Cari bahan pakaian yang sesuai dengan model yang Anda pilih, misalnya ke konveksi pakaian atau konveksi baju untuk menambah informasi, misalnya bahan-bahannya :

- blazer atau jas dan pantalon untuk ke kantor : pilih bahan yang terbuat dari katun tebal atau semi wol sehingga tampak rapi saat dijahit dan digunakan. Perhatikan warna dan serat bahan.

- gaun malam untuk ke pesta : pilih bahan yang lebih ringan, melayang dan berkesan mewah, berwarna sedikit mencolok atau mengkilat misalnya bahan satin atau sutra warna emas. Perhatikan corak bahan.

- blus untuk sehari-hari : pilih bahan katun atau kaos yang menyerap keringat, berwarna terang atau gelap tidak masalah, asalkan tidak terlalu glamour atau berkesan kaku jika digunakan. Perhatikan sifat bahan, terlalu lentur atau terlalu kaku. Kita perlu memperhatikan bahan-bahan ini untuk proses jahitan baju, jahitan pakaian selanjutnya.

3. Buatlah pola sesuai dengan model yang Anda pilih. Hati-hati dengan model pakaian pas badan atau longgar saat membuat pola. Pola harus dibuat sesuai dengan model pakaian. Ini berguna untuk proses buat pakaian selanjutnya.

4. Saat menjahit baju, perhatikan arah serat kain dan sifat kain. Jika kain sulit untuk dijahit tentu Anda perlu lebih berhati-hati saat menjahitnya. Jika tidak, maka bahan bisa berkerut atau jarum mesin dapat patah jika bahan terlalu kaku. Karena tiap jahitan baju tentunya dipengaruhi bahannya.

5. Setelah pakaian selesai dijahit / selesai jahit pakaian, jahit baju, jangan lupa perhatikan tahap akhir yaitu mengamati kembali apakah masih ada sisa benang jelujur yang tertinggal, atau kancing yang belum terpasang, dan lain sebagainya. Bila Anda menemukan sesuatu yang belum beres dalam jahitan pakaian tsb, segera rapikan dan perbaiki kekurangan yang ada, baru kemudian Anda dapat mencuci dan menggunakan baju baru yang sudah Anda buat sendiri.

http://lpmelisa.wordpress.com

Sumber:

http://kamissore.blogspot.com/2009/03/hati-hati-sebelum-membuat-pakaian.html
 


Belajar Jahit Baju Sendiri

Oleh AnneAhira.com Content Team
Bagi Anda yang hobi berganti-ganti gaya busana, membeli baju yang sudah jadi di toko baju tidak selalu memuaskan. Karena itu, menjahit baju sendiri bisa menjadi pilihan yang jauh lebih memuaskan.
Namun ternyata ada satu masalah lain dari menjahit baju, yaitu biasanya ongkos jahit baju membutuhkan anggaran lebih. Selain harus membeli bahan dan pernak perniknya berupa kancing, dan lain-lain, Anda juga harus mengeluarkan ongkos untuk membayar tukang jahit.
Sebagai solusi tak ada salahnya Anda belajar jahit baju sendiri dengan cara mengikuti kursus menjahit baju atau belajar menjahit baju sendiri secara otodidak. Tentunya hal ini bisa membantu Anda yang suka memakai busana dengan tren terbaru namun tak membuat saku bolong.
Berikut ada sejumlah langkah yang bisa Anda ikuti untuk jahit baju sendiri:
Pola
Anda membutuhkan pola untuk menjahit baju. Pada tahap awal sebaiknya Anda memilih pola baju yang modelnya sederhana. Anda pun bisa mengambil pola yang sudah jadi. Anda bisa menemukan pola jadi seperti ini di dalam lembaran majalah wanita yang memuat gambar busana berikut polanya.
Bahan
Bila Anda membeli pola jadi plus bahan pada toko yang sama, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut. Bahan apa yang sebaiknya Anda pilih untuk proyek perdana ini. Perhatikan tebal tipisnya bahan atau malah murah mahalnya serta licin atau halus kasarnya. Tujuannya agar anda tidak menemui banyak rintangan di dalam memotong bahan nantinya.
Menggunting
Sekarang tibalah saatnya menggunting bahan. Pastikan Anda telah mengikuti semua petunjuk dengan benar agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berakibat fatal. Misalnya Anda salah meletakkan bahan yang ternyata seratnya melintang atau berlawanan dari arah serat yang seharusnya digunting. Anda bisa menggunakan jarum pentul untuk membantu dan pensil merah biru atau kapur khusus untuk menandai bagian mana yang harus digunting.
Jahit Baju
Tahapan terakhir adalah jahit baju. Bila masih merasa kikuk atau takut salah, Anda dapat menjahit dulu dengan cara menjelujur tiap sambungan bagian depan dan belakang dengan menggunakan benang dan jarum jahit.
Setelah itu barulah anda gunakan mesin jahit untuk penyelesaian akhir. Jangan lupa untuk memperhatikan kerapihan lapisan dalam dan kelimannya. Setelah baju selesai dijahit, Anda bisa setrika biar lebih rapi dan baju baru hasil jahitan sendiri siap untuk dikenakan.


eNews & Updates

Sebagai awal dari perkenalan kita, enter email epepada!

 
Copyright © 2011 Jaelani Sesait © HANYA JAHITAN BIASA | Powered by Blogger | Bloggerized by Lasantha | Premium Blogger Themes